AS dan Israel Luncurkan Serangan ke Iran, Internet Mati Total dan Sirene Berbunyi di Israel

AS‑Israel Luncurkan Serangan ke Iran, Internet Mati Total dan Sirene Berbunyi di Israel

Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan telah melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), menandai lompatan besar dalam ketegangan di Timur Tengah setelah rangkaian pembicaraan nuklir gagal menemukan jalan keluar.

Serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi strategis di wilayah Iran, termasuk kawasan di sekitar ibu kota Teheran, dengan suara ledakan dan kepulan asap terlihat di pusat kota.

Mengutip seorang pejabat Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa serangan militer terhadap Iran tengah berlangsung seiring eskalasi konflik di Timur Tengah.

Laporan media‑media Iran menyebut ledakan terdengar di kawasan pusat Teheran, sementara di seluruh Israel sirene peringatan dinyalakan pukul 08.15 waktu setempat sebagai tanda kemungkinan adanya serangan rudal atau balas serangan dari Iran.

Pihak militer Israel juga mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja, kecuali sektor kritikal, serta menutup wilayah udara untuk penerbangan sipil dan meminta masyarakat tidak pergi ke bandara mana pun.

Situasi di Iran

Menurut laporan dalam negeri Iran, serangan rudal yang dilaporkan AS dan Israel mengarah ke kota Tehran dan Isfahan, memicu ledakan dan kerusakan yang belum sepenuhnya terverifikasi secara mandiri.

Sejumlah laporan mengamati bahwa hingga berita ini turun, sambungan seluler dan internet di Iran mati total, dengan pemantau internet independen mencatat penurunan koneksi digital Iran hingga sekitar 96% di beberapa kawasan, termasuk Tehran.

Pemadaman digital ini mempersempit akses warga Iran ke arus informasi dan mempersulit konfirmasi detail korban serta kerusakan di lapangan.

Latar belakang diplomasi yang gagal

Pada Februari lalu, AS dan Iran sempat memperbarui negosiasi untuk menyelesaikan sejumlah konflik yang berlangsung beberapa dekade, termasuk upaya menghindari perang terbuka dan mengendalikan program nuklir Iran.

BACA JUGA:  Trump Ketar Ketir: Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Lama, Prajurit AS Mulai Berjatuhan

Namun pihak Israel menegaskan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran harus mencakup pembongkaran infrastruktur nuklir milik Iran, bukan hanya menghentikan pengayaan uranium.

Israel juga terus melobi Washington agar pembatasan program rudal Iran dimasukkan ke dalam perjanjian, mengingat rudal jarak jauh Iran dianggap menjadi ancaman langsung bagi keamanan negaranya.

Peran Presiden AS, Donald Trump dan peringatan kepada Garda Revolusi

Presiden AS Donald Trump mengakui keterlibatan militer AS dalam operasi tempur besar‑besaran di Iran, menuduh Iran mencoba membangun kembali program nuklir dan merancang rudal jarak jauh yang mengancam AS serta negara‑negara lain.

Dalam video yang diunggah di platform Truth Social dan dikutip sejumlah media, Trump menegur Garda Revolusi Islam Korps (IRGC) dan menyuruh mereka meletakkan senjata.

“Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti,” kata Trump, sekaligus menjanjikan “kekebalan penuh” bagi aparat militer dan kepolisian Iran yang menyerah.

Eskalasi menuju konfrontasi penuh

Trump juga menegaskan bahwa AS akan menghancurkan industri rudal Iran hingga rata dengan tanah dan memusnahkan angkatan laut negara itu, menandai retorika yang jauh melampaui peringatan politik dan mendekati bahasa perang total.

Dengan serangan gabungan AS‑Israel yang kini berlangsung di Iran, ditambah pemadaman komunikasi besar‑besaran dan mobilisasi militer di Israel, kawasan Timur Tengah berada di ambang fase konfrontasi militer yang belum pernah terjadi dalam hitungan dekade.

Dunia kini menanti respon Tehran, baik melalui militer maupun jalur diplomatik, dalam beberapa jam dan hari mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *